Abstrak
Pengenalan identitas personal secara biometrik, yaitu
dengan mencocokkan karakteristik fisiologis seseorang, memiliki tingkat
keakuratan dan stabilitas yang tinggi dalam mengenali seseorang. Dalam paper
ini kami akan membahas sebuah teknologi informasi terkini yang sekarang sudah
digunakan banyak perusahaan teknologi . Semakin majunya teknologi informasi
melalui internet maka keamanan sebuah informasi merupakan hal yang penting
untuk menyeimbangi kemajuan tekonologi informasi. Keamanan untuk sebuah data.
1. Pendahuluan
Bagian tubuh manusia yang akan dibahas adalah iris
mata dengan tujuan membangun sistem utama sebuah keamanan sebuah perusahaan,
dengan menggunakan teknologi biometric iris mata dan mengetahui proses
pengenalan dan pencocokkan image iris dengan iris yang terdapat dalam database
menggunakan metode KMP. Output penelitian ini berdasarkan hasil verifikasi dari
obyek yang tidak bergerak. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah dengan
menggunakan software Visual Basic Net 2008 serta proses pengenalan dan
pencocokkan menggunakan metode Knuth Morris Pratt ( gambar 1).
Dari pengujian diperoleh hasil bahwa iris yang normal
berhasil dikenali (cocok dengan data di database). Tetapi, untuk gambariris
yang rusak dan yang tidak tersimpan dalam database sistem tidak bisa dikenali
dengan baik oleh perangkat lunak . Kesalahan masih bisa terjadi bila terdapat
kecocokan iris antara orang satu dengan lainnya, atau ketidaksempurnaan sebuah
iris. Oleh karena itu teknologi ini terus dikembangkan oleh banyak perusahaan
informasi. Seperti halnya pada gambar (gambar 1) dibawah
ini, dapat di lihat bahwa pendeteksian identitas menggunakan teknologi terkini
dengan mengscan iris seseorang.
Gambar
1 Pemindaian Iris pada Mata (Penjelasan untuk Bagian Pendahuluan)
2. Sejarah
Biometric
berasal dari kata Bio dan Metric. Kata bio diambil dari bahasa yunani kuno yang
berarti Hidup, sedangkan Metric juga berasal dari bahasa yunani kuno yang
berarti Ukuran. Jadi jika disimpulkan biometric berarti pengukuran hidup. Tapi
secara garis besar biometric merupakan pengukuran dari statistic analisa data
biologi yang mengacu pada teknologi untuk menganalisa karakteristik suatu tubuh
(individu). Dari penjelasan tersebut sudah jelas bahwa Biometric menggambarkan
pendeteksian dan pengklasifikasian dari atribut fisik manusia yang dapat mencakup
pengenalan wajah, sidik jari, pengenalan suara, scan retina, dll.
Karena
kerumitannya, Biometric adalah tipe otentikasi yang paling mahal untuk
diimplementasikan. Tipe ini juga sangat sulit dipelihara karena sifat
ketidaksempurnaan dari analisisbiometric. Sangat dianjurkan untuk berhati –
hati karena beberapa masalah utama dari eror biometric diantaranya, sistem
mungkin bisa menolak subjek yang memiliki otoritas. Kesalahan seperti ini biasa
disebut False Rejection Rate (FRR). Dan disisi lain biometric juga bisa
menerima subjek yang salahdan seperti ini biasa diistilahkan False Acception
Rate (FAR). Tapi teknologi ini juga mempunyai sisi positif, salah satunya
mungkin bisa diambil contoh dari Retinal Scan yang sangat impossible untuk
diduplikasikan.
2.1 Penggunaan Iris Scanner
Ide untuk identifikasi retina pertama kali disusun
oleh Dr. Carleton Simondan & Dr. Goldstein Isadore yang telah diumumkan di
New York State Journal of Medicine pada tahun 1935. Konsep untuk perangkat
pemindaian retina muncul pada tahun 1975. Pada tahun 1976, Robert
"Buzz" Hillmem membentuk sebuah perusahaan bernama Eye Dentify, Inc,
dan membuat upaya penuh waktu untuk meneliti dan mengembangkan alat tersebut.
Pada tahun 1978, cara-cara khusus untuk scanner retina telah dipatenkan, diikuti
oleh model komersial pada tahun 1981. Pengertian dari retina scan itu sendiri
adalah salah satu teknologi biometri yang memiliki tingkat akurasi yang cukup
tinggi yang mampu meneliti lapisan pembuluh darah dibelakang selaput mata. Tapi
tingkat akurasi dari retina scan sendiri bisa menurun apabila terjadi gangguan
pada selaput mata. Contohnya, bila mata sudah mulai rabun atau katarak maka
alat yang digunakan untuk mendeteksi tidak dapat mengenali identitas si
Pengguna.
Scanner retina biasanya digunakan untuk keperluan
otentikasi dan identifikasi. Retinal scanning telah digunakan oleh beberapa
instansi pemerintah termasuk FBI, CIA, dan NASA. Namun, dalam beberapa tahun terakhir,
pemindaian retina telah menjadi lebih komersial populer. Pemindaian retina juga
memiliki aplikasi medis. Penyakit menular seperti AIDS, sifilis, malaria, cacar
air, dan penyakit Lyme serta penyakit keturunan seperti leukemia, limfoma, dan
anemia sel sabit dampak mata. Kehamilan juga mempengaruhi mata.
3.
Cara Kerja
Teknologi Iris Scanner pada
perangkat Galaxy Note 7 dapat bekerja dengan cepat berkat adanya IR LED
(infrared light emitting diode), merupakan bagian yang dapat memancarkan cahaya
inframerah pada kisaran spektrum radiasi elektromagnetik (700 nm – 1 mm).
IR
LED biasanya digunakan pada perangkat-perangkat elektronik seperti remote
televisi yang akan bertindak layaknya lampu sorot, tetapi cahaya yang
dihasilkan tidak akan terlihat oleh mata telanjang. Dalam kasus Galaxy Note 7,
bagian IR LED terletak persis di samping Iris Camera,memungkinkan sensor untuk menangkap iris
pengguna bahkan dalam kondisi cahaya rendah (Gambar 2).
Gambar 2 Cara Kerja Iris Scanner (Penjelasan untuk Bagian Cara kerja)
3.1 Kelebihan
dan Kekurangan
Iris
Scanner memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihan
dari teknologi ini adalah keamanan yang cukup tinggi dibandingkan teknologi
sebelmunya. Teknologi ini cepat dalam memverifikasi sebuah data. Iris Scanner dapat digunakan untuk
melindungi sebuah informasi atau data yang penting, juga mempunyai tingkat
presisi yang tinggi. Namun teknologi ini masih cenderung mahal dibanding
pemindai biometric lainnya. Tidak semua orang dapat menggunakan teknologi ini
karena Iris Scanner hanya dapat
mendeteksi mata dalam kondisi normal, jadi bila seseorang menderita penyakit
seperti katarak tidak dapat menggunakan teknologi ini karena sensor tidak dapat
mengenali bentuk iris. Teknologi ini juga masih sangat asing bagi masyarakat
umum, karena belum banyak instansi yang menggunakan fitur ini, sehingga sampai
sekarang masih menggunakan pemindai sidik jari.
4.
Kesimpulan
Teknologi biometrik sudah mengalami kemajuan yang
sangat signifikan dalam membantu memproteksi sebuah perusahaan, iris scanner adalah salah satu dari banyak
inovasi yang digunakan dalam bidang keamanan. Iris scanner ini membaca pengguna lewat sel saraf dibelakang sel
selaput mata, sehingga hanya orang yang terdaftar dalam sistem yang mampu
mengakses iris scanner. Sebenarnya
inovasi ini sudah muncul pada tahun 1975 oleh Dr. Carleton Simondan & Dr.
Goldstein Isadore namun dikembangkan kembali oleh Robert "Buzz"
Hillmem dengan tujuan komersial oleh pabrik Eye Dentify, Inc. Begitu juga
dengan Samsung yang memberikan fitur iris
scanner pada Galaxy Note 7 dengan tujuan meningkatkan keamanan dan menjadi
sebuah fitur unggulan yang memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan.
5. Daftar Pustaka
Wisanty, Widya, H. Suarga dan Loeky Haryanto, Januari
2013, " PEMANFAATAN TEKNOLOGI BIOMETRIC IRIS SCANNING SEBAGAI PASSWORD
SISTEM KEAMANAN ". Universitas Sawerigading, http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/ceef725290c8c2ee5f5d54f5c48b32e9.pdf,
3 November 2016.
Alisher, 2005, “Biometric Cryptosystem Using Online
Signatures”. http://www.google.co.id/#hl=id&q=biometric+alisher+2005 , 3
November 2016.
Silver, Daniel L. dan Adan J. Biggs, “Keystroke and
Eye-Tracking Biometrics for User Identification”. Acadia University,
https://pdfs.semanticscholar.org/4c9d/0836b78129a87585f3928f99958bd35460b1.pdf,
3 November 2016.
Ganorkar, Sanjay R. dan Ashok A. Gathol , 2007, “Iris
Recognition: An Emerging Biometric Technology”. WSEAS International Conference
on Signal Processing, Robotics and Automation. Volume 6,
http://www.wseas.us/e-library/conferences/2007corfu/papers/540-292.pdf , 3
November 2016.


No comments:
Post a Comment